Konflik Iran–Israel Memanas, Presiden Prabowo Bangun Komunikasi dengan Negara-Negara Teluk

Jakarta – Presiden dilaporkan menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah pemimpin negara di kawasan Teluk di tengah meningkatnya ketegangan konflik antara Iran dan Israel. Kontak diplomatik tersebut dilakukan setelah serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Menteri Luar Negeri menyampaikan bahwa Presiden telah melakukan berbagai komunikasi penting melalui sambungan telepon dengan para pemimpin negara di kawasan tersebut. Pernyataan itu disampaikan Sugiono melalui rekaman suara yang diberikan kepada media di Jakarta, Rabu.

“Sudah dilakukan komunikasi. Telepon dengan negara-negara Teluk sudah,” kata Sugiono saat menjawab pertanyaan mengenai negara mana saja yang telah dihubungi oleh Presiden.

Namun demikian, Sugiono menyebut komunikasi dengan Putra Mahkota masih menunggu penyesuaian jadwal. Ia menjelaskan bahwa pembicaraan langsung dengan pemimpin Arab Saudi tersebut masih berada dalam tahap pengaturan waktu.

Sugiono tidak memaparkan secara rinci isi pembicaraan yang telah dilakukan Presiden dengan para pemimpin kawasan Teluk. Menurutnya, komunikasi tersebut bersifat diplomatik dan dilakukan secara langsung antar kepala negara.

Upaya diplomasi ini dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran negara-negara di kawasan Teluk terhadap dampak konflik yang dapat memengaruhi stabilitas keamanan dan situasi kawasan. Negara-negara yang termasuk dalam kawasan Teluk di antaranya Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, serta Oman.

Selain memperkuat komunikasi bilateral dengan negara-negara tersebut, Sugiono juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo membuka peluang bagi Indonesia untuk berperan sebagai mediator dalam upaya meredakan konflik. Peran tersebut, menurutnya, dapat dijalankan apabila Iran dan Amerika Serikat bersedia membuka ruang dialog dan menerima mekanisme mediasi.*